LOMBOK UTARA – Sabtu, 28 Januari 2020. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berbagi pengalaman kepramukaan di Ponpes Nurul Bayan, Lombok Utara. Kegiatan ini merupakan rentetan dari kegiatan PPL (Praktek Pengayaan Lapangan) semester 6, yang berlangsung pada tanggal 25 januari -5 februari di Ponpes Nurul Bayan.

Sebagai penanggung jawab ektrakurikuler kegiatan kepramukaan ini adalah Mahasiswi Bamega Indah Melati. Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan latihan, dilanjutkan dengan latihan skill kepramukaan pada hari selasa dan ditutup dengan kegiatan Cross Country pada hari kamis. Ujar mantan andalan koordinator urusan latihan Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Upacara kepramukaan merupakan media pendidikan kepemimpinan dan kedisiplinan. Upacara dalam kegiatan ini diadakan di lapangan utama ponpes nurul bayan yang melibatkan seluruh santriwati dan mahasiswi PAI UNIDA Gontor yang berjumlah seluruhnya 300 pembina dan anggota pramuka. Upacara ini dipimpin oleh santriwati kelas 6 yang memimpin 2 pasukan dan 2 ambalan dengan sigap dan suara yang lantang mengatur berjalannya upacara dari awal sampai akhir. Sedangkan yang berdiri sebagai Pembina upacara adalah Agnia Meutia Firdausy, mahasiswi PAI semester 6 dari Solo. Dalam sambutannya mantan paskibra Pondok Modern Darussalam Gontor itu menjelaskan arti Tunas Kelapa yaitu bahwasanya seluruh anggota pramuka harus bisa seperti pohon kelapa yang memberikan banyak manfaat dan mampu tumbuh menjulang di tempat mana saja, yang berarti setiap anggota pramuka mampu berjuang dan berkiprah dimana pun ia berada.

Seusai upacara para anggota pramuka diarahkan dalam kegiatan latihan skill dan wawasan kepramukaan adapun materi yang disampaikan untuk tingkatan Ramu, Menggunakan materi pembuka morse sandi rumput dan materi inti “P3K” (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan). Dan untuk tingkatan rakit dengan sandi Bunga sebagai pembuka dan disusul dengan praktek pioneering sebagai materi intiya. Sedangkan pada tingkatan Terap materi Pembuka Menggunakan Sandi Kotak 1 dan peta kompas sebagai materi intinya. selanjutnya pada Bantara menggunakan baris-berbaris sebagai materi pembuka dan pramuka garuda sebagai materi inti. Kegiatan pramuka ini berakhir pada jam 18:00 WITA.

Kegiatan kepramukaan ini ditutup dengan “Cross Country”.  Pada hari Kamis pukul 16:00 WITA. Seluruh adhika dikumpulkan di depan gedung coordinator dalam rangka pelepasan cross country, rute perjalanan kurang lebih 2 Km yang meliputi 4 pos kegiatan. Pada pos pertama Pembina mengecek kelengkapan atribut dan jumlah anggota setiap regu. Di pos kedua peserta harus melewati halang rintang yang disiapkan oleh kakak Pembina, dipos ini Pembina memberikan perintah dengan menggunakan Semapore yang menuntut keahlian peserta dalam memahami perintah untuk menuju misi selanjutnya. Sedangkan di pos ketiga peserta dituntut untuk mengeluarkan pengetahuannya dalam lomba cerdas cermat antar regu. Selanjutnya adalah pos keempat pos ini berada di pantai belakang pondok, sebagai pos terakhir dalam kegiatan cross country ini. Dalam kegiatan ini para peserta bersemangat riang gembira terlihat dari yel-yel dan lagu-lagu yang riang serta keaktifan dan kekompakannya dalam berbagai perlombaan. Diakhir kegiatan cross country ini peserta diajak untuk berbaris menghadap laut sembari menyanyikan  lagu hymne Satya Darma Pramuka. Dan seluruh peserta kembali ke pondok pada pukul 18:30 WITA untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah. [Rohani Pane dan Bamega Indah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *