Rabu malam (5/2), Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kampus Siman, menyelenggarakan kajian dan diskusi dwipekanan bertemakan “Keorganisasian”  yang di isi oleh Hari Guswantoro salah satu mahasiswa aktif semester 8 dan juga merupakan Ketua HMP Periode 2017/2018.

Kajian ini merupakan kegiatan rutinan mahasiswa yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan bakat khususnya dalam keorganisasian sesuai dengan tema yang didiskusikan. Kajian ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4 yang bertempatkan di Laboratorium Micro Teaching Fakultas Tarbiyah.

Tema yang diambil dalam kajian kali ini berkaitan dengan Keorganisasian, hal ini dimaksudkan guna menumbuhkan rasa kesadaran akan tanggung jawab bagi anggota HMP, khususnya mahasiswa semester 4 dan juga sebagai gambaran estafet kepengurusan nantinya, amanah yang akan diemban oleh mahasiswa semester 2.

Mengawali kajian diskusi kali ini Sayyid Hari menceritakan prestasi dan pencapaian di masa kepengurusan HMP nya, beliau menceritakan kesulitan – kesulitan dan kendala di masa awal kepengurusannya dimana beranjak dari hal tersebut yang menjadikan dirinya semakin mantap untuk memajukan HMP.

“Berbagai prestasi dan kegiatan positif berhasil diraih dalam masa kepengurusannya, adanya masalah – masalah yang timbul seharusnya dapat menjadikan kita untuk berpikiran dewasa. Memahami karakteristik orang dalam sebuah organisasi merupakan kunci pokok bagi seorang ketua, hal ini karena posisi seorang ketua berada di tengah sehingga harus selalu merangkul anggota nya”, ujar sayyid Hari.

“Tidak semua orang suka bekerja dengan kita, dan tidak semua orang suka dengan kita”, ini merupakan ungkapan pertama yang disampaikan sayyid Hari yang menjadi kata motivasi selama beliau mengemban amanah sebagai Ketua HMP, beliau berpesan dalam menyikapi hal seperti ini seharusnya kita tetap fokus dengan tujuan organisasi dan jangan terlalu memikirkan hambatan, bersikaplah dewasa.

Motor pertama gerakan di dalam sebuah prodi dimulai dari HMP oleh karena itu birokrasi dan pergerakan – pergerakan dimulai dari langkah yang kecil untuk menjadi besar karena wibawa sebuah lembaga diperoleh dari hasil pergerakan kita. Semuanya dalam rangka pembelajaran sehingga semua harus bisa bergerak di sektornya masing – masing.

Sayyid Hari juga menuturkan semangat untuk menutupi segala kekurangan menjadi salah satu motivasi penggerak dalam menjalankan program kerja di masa kepengurusannya. Ketua seharusnya selalu dapat berani mengambil sebuah keputusan. Diakhir sesi kajian, audien diberikan kesempatan untuk bertanya perihal hal – hal yang berkaitan dengan keorganisasian, lalu acara ini ditutup dengan sesi perfotoan bersama. [Agung Purnomo Jati]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *