Lombok Utara – Dalam rangka melatih kemampuan mengajar mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 6 UNIDA Gontor kampus Mantingan, melakukan praktek mengajar di Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara. Kegiatan belajar mengajar ini atau KBM ini merupakan program inti dari PPL. Program PPL ini terdiri dari 57 mahasiswi dan 3  Dosen Pembimbing. Praktek mengajar terbagi menjadi 19 kelompok pelaksanaan praktek mengajar ini untuk menumbuhkan  ketrampilan mengajar mahasiswi PAI, sehingga dapat mempraktekkan berbagai teori dibangku kuliah kedalam praktek mengajar di lapangan.

Adapun Materi yang diajarkan sangat beragam 1) Dirasah Islamiyah :, Hadist, Fiqh, Faroidh, Al-qur;an, 2) Dirasah Lughowy : Muthola’ah, Mahfudzot, Nahwu, Grammar dan Reading. Praktek mengajar dilakukan pada kelas 1 – 5 di Ponpes Nurul Bayan, Lombok.  Demi menjamin kelancaran program ini  Bagian Pengajaran PPL terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bagian Kurikulum Nurul Bayan. Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung pada pukul 09.00 WITA – 12.30, sementara pada jam pagi diisi dengan materi Tazqiatun Nafs yang berisi zikir jamaah, qiroatul Quran, dan Sholat Dhuha.

Selain penguasaan materi dalam praktek mengajar juga dibutuhkan ketrampilan dan rasa percaya diri agar menghidupkan suasana akademik, untuk itu mahasiswi PAI dituntut untuk menguasai metode mengajar secara menyeluruh. Dengan demikian, sebelum PPL ini mahasiswi telah diberi pelatihan mengajar  (microteaching)  setiap mahasiswi  minimal telah dua kali latihan.

Secara umum kurikulum di Ponpes Nurul Bayan, memadukan kurikulum KMI dan kurikulum Salaf, maka mahasiswi PAI dituntut mampu menyesuaikannya dalam kegiatan mengajar. sehingga para mahasiswa PAI yang merupakan calon pendidik masa depan dapat belajar dan menggali pengalamannya sebagai bekal sebelum terjun ke masyarakat. Memaknai Pesan Pendiri Gontor “Metode Mengajar lebih Penting daripada materi, Guru lebih Penting daripada Metode Mengajar, dan Jiwa (Ruh) seorang guru jauh lebih penting dari pada guru itu sendiri”. Maka letak keberhasilan proses mengajar berasa dari kesungguhan dan keikhlasan seorang jiwa seorang guru. [Rika Indah dan Tika Marwatasiah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *