BOGOR – Kamis 30 Januari 2020, pada pagi hari diadakan kegiatan program pengajian karyawan di pondok pesantren modern Ar-Ridho, bertempat di Alua. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap karyawan pondok, Ustadz Tohari sebagai pembimbing karyawan, dan Ustadz Ahmad Rijal Khoirudin sebagai pembimbing PPL.

Program ini diwajibkan bagi seluruh karyawan, dengan konsekuensi yang tidak mengikutinya, maka dianggap absen dalam pekerjaannya. kegiatan pengajian rutin ini baru berjalan setahun. Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Tohari, beliau menyampaikan bahwa pondok ini telah kehadiran tamu dari Gontor, yang sedang melaksanakan program praktik pengayaan lapangan yang sudah berjalan selama seminggu ini.

Pembicara selanjutnya oleh Ustadz Ahmad Rijal Khoirudin, beliau menyampaikan bahwa penanaman nilai di Gontor oleh Bapak Pimpinan tidak hanya kepada para santri akan tetapi juga kepada para pekerja, semua pekerja berasal dari warga sekitar pondok.

Memang gaji atau ihsan yang diberikan tidak sama sebagaimana diluar pondok, karena mereka dipondok bukan sekedar bekerja, melainkan mengabdikan diri. Namun dengan Ihsan yang diberikan pondok gontor kepada para pekerja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Terjemah: Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu” (20). Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (21).

Pengabdian yang mereka lakukan bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup didunia, tetapi juga sebagai bekal diakhirat kelak. Kriteria orang sukses itu bukan Orang yang berlimpah hartanya, punya rumah dan barang-barang mewah, tapi Orang yang sukses adalah dia yang ikhlas berjuang di pelosok desa. Wasiat dari K.H. Imam Zarkasyi.

Sebesar keinsyafan mu sebesar itu pula keberuntungan mu, sebesar keihklasan kita untuk berjuang di pondok ini sebesar itu pula keberkahan yang kita dapatkan. Hidup sekali hiduplah yang berarti, kita pahami bahwa pekerjaan kita bukan untuk uang, tapi untuk memajukan pondok dan sebagai jaminan kehidupan diakhirat.

Dalam hadits Rasulullah;

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ.

Seorang hamba tidak akan masuk akhirat, kecuali dengan 4 pertanyaan ini, yang pertama, umurnya dihabiskan untuk apa, kedua, waktunya digunakan untuk apa, ketiga, harta atau uangnya darimana didapatkan dan digunakan untuk apa, keempat, Ilmunya digunakan untuk apa. Kemudian Ustadz Tohari menambah “kita bukan sekedar karyawan yang bekerja dipondok, tapi kita adalah mujahid pondok”. (Azam & Rizqi Pai 6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *