Marhaban Ya Ramadhan

Salam Pendidikan, Salam Sobat Edukasi

Menyusuri nikmatnya bulan suci Ramadhan merupakan hal yang terindah dalam kehidupan ummat islam pada umumnya. Memiliki kemuliaan tersendiri sebuah anugrah pemberian dari Sang Maha Pencipta. Bulan suci Ramadhan mengetuk pintu hati setiap hambanya untuk menyadarkan agar pada bulan yang penuh berkah inilah tempat kita dalam meningkatkan derajat sebagai khalifah di muka bumi ini.

Tetapi di samping itu, asap hitam berkelabut di antara kita, banyak orang yang mengabaikan dan menganggap semua hal ini sudah biasa di lakukan. Seperti fenomena tahunan saja, karena setiap tahunnya bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Na’uzhubillah, semoga tahun depan kita masih di beri umur panjang untuk berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Sungguh merugi bukan ?! bagi hamba Allah yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan di hidupnya mengartikan semua hal yang terjadi hanya biasa-biasa saja. Itulah gambaran orang yang merugi. Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah seseorang… Celaka seseorang” H.R Imam Muslim.

kali ini yang akan sobat edukasi sajikan adalah Bagaimana keutamaan Turunnya Al-Qur’an pada bulan suci Ramadhan. Kita telah mengetahui bahwasanya Al-Qur’an merupakan wahyu pertama Rasulullah SAW ketika beliau iktikaf  kepada Allah di Gua Hira’. Jibril membawa pesan dari Allah agar menyampaikannya kepada Baginda Muhammad SAW. Ketika jibril datang dan mengatakan “ إقرأ” (Bacalah) sampai 3 kali, kemudian Nabi menjawab “انا لا أستطيع (Saya tidak bisa). Lalu beliau kembali ke rumah dengan wajah pucat dan badan gemetar. Dari peristiwa tersebut dapat kita simpulkan sungguh mulia mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemuliaan wahyu pertama kali merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada makhluk hidup sebagai khalifah di muka bumi ini.

“Ini adalah sebuah litab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Sad: 29)

Al-Qur’an mempunyai kedudukan penting bagi kehidupan manusia karena Al-Qur’an mutlak diperlukan. Upaya mengenalkan Al-Qur’an itu bukan mengetahui dari segi fisik dan aspek sejarah semata, namun yang lebih penting adalah bagaimana makna yang terkandung dalam butir-butir ayat demi ayat dari Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an adalah membaca firman-firman Allah SWT dan berkomunikasi dengan-Nya. Maka seseorang membaca Al-Qur’an seolah-olah sedang berdialog dengan Tuhan, itulah sebabnya ketika membaca Al-Qur’an dianjurkan untuk senantiasa menjaga adab.

Rasulullah SAW, bersabdah:

“Dari Usman bin Affan ra. ‘Nabi saw, bersabda “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Sahabat Edukasi, pada tahapan perintah untuk menadaburi ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an adalah agar manusia dapat mengeluarkan pengetahuan dari dalamnya, menyelami rahasia-rahasia serta hikmah-hikmah yang terdapat padanya. Maka, hendaknya manusia merenungkan maknanya, memikirkan berulang-ulang, mengetahui keberkahan dan kebaikan di dalamnya.

Tadabbur adalah amalan yang paling utama daripada mempercepat tilawah tanpa menangkapnya apa yang dimaksudkan oleh bacaan tersebut. Al-Qur’an akan mendatangkan manfaat berupa pengetahuan bagi orang-orang yang menggunakan rasionalnya saja.

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman maka catatlah bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad saw)” QS. Al-Maidah:83.

Maka sahabat Edukasi di zaman sekarang kebanyakan dari kita menganggap sekedar membaca Al-Qur’an itu cukup dan tentunya mendatangkan pahala sehingga anjuran ataupun larangan dalam Al-Qur’an belum sepenuhnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jangan heran jika terkadang kita menjumpai orang-orang di sekitar yang tiap harinya mengaji bahkan menhhafal ayat-ayat AL-Qur’an, tapi perilaku sehari-harinya sangat memperhatinkan, jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an disebablan kurangnya pemahaman terhadap ayat yang dibaca sehingga mengabaikan apa yang Allah wajibkan dan apa yang Allah larangkan. (Admin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *