Lombok – 31 Januari 2020 bertepatan pada pukul 14.00 WITA setelah selesainya kegiatan praktek mengajar di Pondok Pesantren Nurul Bayan. Mahasiswi PAI 6 diajak pihak Ponpes Nurul Bayan menelusuri jejak-jejak peradaban islam yang berada di tanah Lombok yang sangat mengagumkan.

Kegiatan ini langsung dipimpinan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Bayan K.H Abdul Karim Abdul Ghofur beserta istri dan para guru. Kunjungan pertama dimulai dari penyebaran agama islam pertama kali dari Pelabuhan Cari di Laut Anyar.  K.H Abdul Karim Abdul Ghofur, Menjelaskan “Islam muncul dan disebarkan oleh murid dari Sunan Giri yaitu Sunan Prapen melalui pelabuhan ini, yang dinamakan Pelabuhan carik. Sunan Prapen mendakwahkan ajaran islam di daerah sekitar bayan dan mendakwahkan Islam kepada para raja kerajaan-kerajaan di Lombok.

Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan di masjid Kuno Bayan Beleq. Beliau kembali menjelaskan bahwa : Masjid ini adalah pusat dari Wetu Telu. Dinamakan Wetu Telu karena ulama’ yang mendakwahkan sholat di masjid ini baru menyampaikan sholat dalam waktu sehari tiga kali. Namun diminta untuk kembali ke Gresik. Maka jika lihat Bangunan masjid ini sama dengan arsitekstur makam Sunan Prapen yang berda di Gresik Jawa Timur.” Adapun saat ini masyarakat setempat berdasarkan keputusan ketua adat hanya membuka masjid Baleq ini ketika perayaan adat masyarakat Lombok yaitu ketika Maulid Nabi, Idul Fitri dan Idul Adha.

Kunjungan yang terakhir, berada di Taman Pusuk Sembalun, Tadabur alam dengan keindahan  pemandangan sehingga kami dapat memahami keangungan Allah melalui ciptaan-Nya. Setelah mendengarkan pesan dan nasehat dari pimpinan rombongan KH. Abdul Karim, Abdul Ghofur maka kami melakukan sholat Magrib kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke  Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara. (Agnia Meuthia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *