Mendidik anak di era digital, sebelumya kita perlu mengetahui apa itu era digital?. Era digital merupakan masa dimana semua orang dapat saling berkomunikasi meskipun jarak diantara mereka berjauhan, semua terasa dekat dengan perkembangan teknologi dan informasi. Semua informasi dapat mudah diketahui dengan begitu cepat (real time).

Menurut Wikipedia, era digital bisa juga disebut dengan globalisasi. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya yang banyak disebabkan oleh kemajuan infrastruktur telekomunikasi, transportasi dan internet.

Pada Era digital ini juga telah membawa perubahan sangat berbeda dengan era sebelumnya. Perubahan dan pengaruh era digital sangat terasa pada semua aspek dalam kehidupan, baik secara positif maupun negatif.

Mendidik anak di era digital saat ini rasanya lebih sulit dibandingkan dengan mendidik anak pada zaman dahulu. Sebabnya, anak-anak saat ini tumbuh bersama kecanggihan teknologi yang sangat mudah untuk mengakses informasi darimanapun kapapun dan dimanapun berada. Zaman yang berubah tentunya pola mendidik anakpun mengikuti zamannya hal ini senada dengan  perkataan Ali bin Abi Thalib.

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu”. (Ali Bin Abi Thalib)

Ketika zaman berubah, tentu tantangannya pun berubah. Baik tantangan untuk bergaul, menuntut ilmu, cara berkomunikasi dengan anak, maupun tan-tangan lainnya. Hal yang menjadi PR besar bagi kita sebagai orangtua adalah mempersiapkan anak-anak- dalam menghadapi zmannya, bukan zaman kita.

Disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi, meskipun ada banyak pula manfaat yang dapat diperoleh dari kemajuan teknologi ini.

Tulisan ini membahasa tentang mendidik anak di era digital, ciri-ciri generasi digital, kiat-kiat mendambipinginya.

Mendidik Anak di Era Digital, Berikut ini Ciri-ciri Generasi Digital:

1. Identitas Diri

Generasi digital cenderung menampilkan identitasnya mereka ramai-ramai membuat akun di media social seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain untuk membuktikan kepada dunia bahwa mereka ada.

2. Privasi

Generasi digital cenderung lebih terbuka, blak-blakan, suka mencari sensasi dan berfikir lebih agresif. Sebagai orang tua perlu penyikapi hal ini dengan bijaksana, memberi pengertian dan mengarahkan dalam hal privasi mana saja yang boleh terbuka dan tidak dalam mendidik anak di era digital.

3. Kebebasan Berekspresi

Generasi digital cenderung ingin memperoleh kebebasan. Mereka enggan untuk diatur dan dikekang. Anak-anak generasi digital atau milenial menginginkan kendali sesuka hati dalam berselancar di dunia maya/internet karena dalam benak mereka lewat dunia maya lah ekpresi \kebebasan didapatkannya.

4. Proses Belajar

Generasi digital selalu mengakses dengan Google, bing atau mesin pencari lainnya. Kemampuan belajar mereka jauh lebih cepat karena segala informaasi ada di ujung jari mereka.

Cara Mendidik anak di era digital

Photo by Artem Beliaikin from Pexels

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Orangtua:

1. Kesehatan Mata

Paparan berlebihan terhadap penggunaan gadget atau smartphone dapat memicu penglihatan yang buruk. Karena di layar smart phone mengandung cahaya biru, cahaya biru yang dikeluarkan dari layar bisa memberikan reaksi yang membentuk molekul kimia pada retina kita, yang mana akan mengakibatkan degenerasi macula dan mempengaruhi fungsi dari penglihatan mata anak.

Walaupun sinar cahaya biru yang dihasilkan oleh smartphone kita tidaklah terlalu besar, Apabila jika tatapan mata ke layar smart phone terjadi secara berulang-ulang tanpa jeda maka cukup untuk bisa menimbulkan penyakit mata.

2. Masalah Tidur

Selain kesehatan mata, timbul masalah lainnya yaitu anak mengalami kesulitan tidur hal ini dapat terjadi karena lamanya melihat layar gadget atau smart phone, yang mengakibatkan otak tetap aktif walaupun mata tertutup.

Selain itu, menurut National Geography paparan cahaya biru sebelum tidur mengakibatkan akan tertundanya sleepiness scale selama 59 menit.

3. Kesulitan Konsentrasi

Penggunaan gadget atau smart phone juga memiliki efek buruk pada keterampilan mengubah perhatikan anak, sehingga bisa meningkatkan perilaku terlalu aktif kesulitan untuk berkonsentrasi.

4. Menurunnya Presentasi Belajar

Penggunaan gadget atau smart phone yang berlebihan dapat menurunkan presentasi belajar anak. Oleh sebab itu, jangan sampai karena kuranngya pengawasan orangtua mengakibatkan anak lalai atas kewajibannya untuk belajar.

5. Perkembangan Fisik

Terlalu perhatian terhadap gadget mengakibatkan aktifitas fisik terbatas sehingga tubuh kembang yang tidak optimal.

Terkadang anak sering menahan lapar, haus, dan keinginan buang air sehingga mengganggu sistem pencernaan, yang menyebabkan ketidak seimbangan bobot tubuh (terlalu gemuk atau terlalu kurus).

6. Perkembangan Sosial

Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mementingkan diri sendiri sehingga sulit bergaul secara langsung. Selain itu juga memiliki kesulitan mengenali berbagai nuasa perasaan yang dimiliki si Anak.

7. Perkembangan Otak dan Hubungannya dengan penggunaan media digital.

Penting bagi anak-anak untuk menyeimbangkan antara bermain di perangkat digital dan bermain seara aktif tanpa perangkat digital, seperti main sepak bola ataupun bermain yang mengarah kepada kreativitasnya.

8. Perkembangan Bahasa Anak Tertunda

Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan media digital bisa menunda perkembangan bahasa anak, terutama untuk anak-anak pada masa golden age yaitu pada usia 2 tahun dan dibawahnya.

Artikel Terkait: Masa Golden Age, Beginilah Cara Mendidik Anak Sejak Dini

Pendampingan Generasi Digital

Pendampingan orangtua dalam tumbuh kembang anak merupakan hal yang sangat penting. Karena berdasarkan kasus yang ada, sebagian besar penyebab anak terlambat bicara adalah kurangnnya latihan, lebih banyak bermain sendiri, terlalu pasif, terlalu banyak menonton TV.

Untuk menghindari hal-hal tersebut diperlukan pendambingan oleh orangtua secara efektif, Berikut hal-hal yang perlu orangtua lakukan dalam mendampingi anaknya:

1. Tambah Pengetahuan Anda

Sulit untuk menetapkan peraturan bila Anda tidak mengerti apa itu media online seperti website ataupun blog atau bagaimana cara menggunakan twitter atau faceboook. Oleh karen itu, setiap hari luangkanlah waktu untuk mengontrol dan melihat-lihat situs website yang pernah dikunjungi anak kita

2. Mengarahkan Penggunaan Perangkat dan Media Digital dengan Jelas

Jika anak sudah terpapar perangkat digital, lebih baik untuk mengarahkan dengan komunikasi efektif untuk memutuskan beberapa lama dan kapan mereka dapat menggunakannya. Sepakati waktu penggunaan dan waktu untuk berhenti memanfaatkan perangkat media digital di malam hari.

3. Atur Porsi Anak dalam Penggunaan Media Digital dengan Kegitan Aktif

Orangtua dapat mengimbangi paparan media digital dengan mengenalkan pengalaman dunia nyata seperti aktivitas berkesenian, kegiatan luar ruangan, olahraga, membaca interaktif, musik dan gerakan, permainan tradisonal dan sebagainnya kepada anak.

4. Pinjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan

Perlu diperhatikan dalam meminjamkan anak perangkat digital seperti gadget, smart phone, dan komputer agar mereka bisa belajar mengendalikan diri dan belajar menggunakannya bersama keluarga, damping dalam penggunaanya arahkan fungsinya hanya untuk belajar saja.

5. Pilihkan Program/Aplikasi Positif

Orangtua perlu mengidentifikasi program/aplikasi yang memiliki edukasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan anak.

6. Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi

Orangtua perlu mendampingi dan berinteraksi dengan anak selama penggunaan media digital. Selalu berada dekat sang anak saat ia sedang menggunakan gadget atau internet, pastikan untuk menggunakan satu perangkat digital saja, karena dengan satu perangkat digital Anda memiliki kesempatan bersama dengan anak sebagai salahsatu aktifitas keluarga.

7. Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana

Teladan orangtua memang sangat diperlukan terlebih saat menggunakan perangkat digital. Orangtua yang baik adalah Orangtua yang bijaksana dalam penggunaan perangkat digital, terlebih lagi saat berinteraksi dengan anak-anak.

Orangtua yang kurang dalam keteladanaannya kadang menggunakan perangkat digital cenderung menjadi lebih egois atau mengabaikan anak. Kemudian yang paling penting adalah tidak menggunakan perangkat digital sebelum tidur, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, dampak menggunakan gadget sebelum tidur.

8. Aktifitas Dunia Maya

Komunikasi jarak jauh, membaca berita, melihat gambar dan video, merupakan kegiatan dunia maya, saa inilah yang tepat bagi orang tua untuk mempersiapkan anak berkunjung ke dunia maya. Beritahu konten yang bermanfaat dan mendidik serta hindarkan dari konten negatif.

9. Telusuri Aktivitas Anak di Dunia maya

Anda dapat mengontrol semua situs website yang pernah dikunjungi, dan pastikan anak anda tidak mengunjung situs yang tidak sesuai usia mereka. Dewasa ini telah ada sofware untuk menyaring website yang berbau pornografi (web-filtering). Piranti website ini sangat membatu kedua orangtua dalam mengontrol dan memfilter konten yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak-anak.

*Ditulis oleh  Hibatul Wafi, M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam UNIDA Gontor

**Tulisan ini telah di review oleh M. Taufiq Affandi, M.Sc., dan Ahmad Kali Akbar, M.Pd., Dosen Univeristas Darussalam Gontor

Referensi: Seri Pendidikan Orangtua: Mendidik Anak di Era Digital, KEMDIKBUD

Sumber Gambar: Artem Beliaikin dan Porapak Apichodilok from Pexels

Tulisan Berkaitan Dengan Pendidikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *