Sangat jarang ditemukan di Indonesia, khususnya di lembaga pendidikan dewasa ini adalah pendidikan mental dan lingkungan yang mendukung adanya pembentukan karakter sejak dini. Hari-hari ini, pendidikan pesantren sedang menjadi tren di masyarakat berbagai kalangan. Salah satu sebabnya, bukan hanya segi keramahan financialnya, tapi juga hasil nyata di masyarakat yang kian membuka mata. Lebih utamanya adalah sistem pendidikan yang 24 jam dalam sistem asrama; notabene santri dibawah satu naungan dengan para pendidiknya.

Saat Indonesia sedang digemparkan oleh kasus perlakuan tidak adil antara yang dididik dan pendidik, atau sedang dipenuhi isu-isu paham menyimpang, pesantren menjadi solusi tepat bagi para orangtua untuk membentengi anak-anak mereka dari pengaruh buruk yang tersebarluaskan di masyarakat. Para orangtua yang bertanggungjawab atas anaknya kian menyadari, bahwa pesantren adalah benteng bagi Indonesia dari hal-hal negatif yang kian mencuat di negeri ini.

Artikel Menarik Lainnya: Meneladani Sifat-sifat Dalam Kehidupan Mahasantri

Pendidikan karakter dan mental adalah slah satu pendidikan yang membutuhkan durasi waktu yang tidak sebentar, karena setimpal dengan efek yang dihasilkannya; yaitu manusia yang berkarakter dan berkepribadian baik. Pesantren memiliki alam yang sangat mendukung bagi pembentukan karakter santri. Pesantren adalah miniatur kehidupan di masyarakat, yang mana anak akan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, belajar untuk memperhatikan hal-hal sepele, dan bahkan belajar untuk menghadapi banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda. Maka tak jarang, banyak anak pesantren yang berkembang lebih bijak dibandingkan umurnya sendiri. Karena mereka terlatih untuk menghadapi segala sesuatunya sendiri.

Baca Juga: Berguru Dari Pengalaman

Kini pun pesantren semakin berkembang, dari konsepnya yang tradisional menjadi modern. Tujuannya tetap sama yaitu untuk berjuang di jalan Allah dan mencari RidhoNya. Perbedaan besarnya adalah di metode dan beberapa kurikulumnya.  Jika Pesantren tradisional banyak  menerapkan kajian kitab-kitab turots, maka Pesantren modern banyak mengembangkan kurikulum di pembangunan mental dan kepribadian. Seperti halnya adanya keorganisasian santri yang teratur dan sistematis. Santri diajarkan mengelola organisasi dengan berbagai bagian. Maka, para santri diharapkan agar tidak salah jalan atau malah menjadi penerang jalan ketika sudah terjun di masyarakat kelak. /* Ditulis Oleh Nisrina Shafi Athira (Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam)

One thought on “PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI BENTENG INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *