Antara Nasi & Mie: Manakah Yang Lebih Sehat?

Pendidikan Agama Islam > Berita > Artikel > Antara Nasi & Mie: Manakah Yang Lebih Sehat?

Kedua sumber karbohidrat tersebut, terkadang banyak yang mengkonsumsinya secara bersamaan. Saya yakin kebanyakan orang sering mengganti nasi putih dengan mie, dengan asumsi bahwa asupan kalori tidak setinggi ketika Anda mengonsumsi nasi dengan lauk.

Namun, apa kelebihan dan kekurangan dari mengonsumsi karbohidrat?

Ketahui jenis karbohidratnya

Sebelum membahas lebih lanjut nasi dan mie, yang terbaik adalah menentukan apa yang merupakan karbohidrat. Karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Berfungsi sebagai sumber energi primer. Di dalam tubuh, karbohidrat diubah menjadi glukosa, yang kemudian berfungsi sebagai bahan bakar untuk sel-sel tubuh kita. Dalam mengonsumsi karbohidrat, sebagaimana yang dilansir Harvard TH Chan School of Public Health, jenis atau kualitas karbohidrat yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah yang Anda konsumsi, jadi utamakanlah kualitas daripada kuantitas.

Secara umum, ada dua jenis karbohidrat, sederhana dan kompleks. Contoh karbohidrat sederhana adalah roti, kue kering, dan kue. Jenis karbohidrat sederhana ini juga dikenal sebagai biji-bijian olahan, yang berarti bahwa makanan ini berasal dari biji-bijian olahan. Pemerosesan biji-bijian tersebut bertujuan untuk meningkatkan umur penyimpanan produk, tetapi pada saat yang sama menghasilkan banyak nutrisi yang hilang, seperti vitamin dan mineral.

Jenis karbohidrat ini memainkan peran utama dalam meningkatkan berat badan Anda dan menyebabkan peningkatan cepat dalam kadar gula darah Anda, yang dapat memicu resistensi insulin dalam jangka panjang, yang mengarah pada diabetes mellitus.

Sementara itu, karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang lebih sehat. Karbohidrat kompleks biasanya tidak melalui proses, atau sangat sedikit. Contohnya adalah roti gandum, quinoa, beras merah, beras hitam, sereal, biji-bijian, sayuran dan buah-buahan. Karbohidrat jenis ini kaya akan vitamin, mineral, serat dan fitonutrien. Tidak seperti biji-bijian olahan, biji-bijian utuh masih sepenuhnya utuh untuk kulit mereka, sehingga mempertahankan vitamin dan mineral penting. Disarankan agar orang mengonsumsi karbohidrat yang lebih kompleks.

 

Antara Nasi & mie, manakah yang lebih sehat?

Jadi, mana yang lebih sehat, nasi atau mie? Pada dasarnya keduanya adalah sumber karbohidrat. Sebagai perbandingan, 100 gram nasi putih mengandung 175 kalori. Jumlah kalori yang sama dapat ditemukan dalam 50 gram mie (kering, mentah). Jadi untuk jumlah yang sama (misal: 100 gram) mie akan berkontribusi kalori lebih tinggi. Tetapi ketika Anda bertanya mana yang lebih sehat, maka mie atau nasi yang biasa Anda konsumsi kurang lebih sama. Sekali lagi, jenis karbohidrat lebih penting daripada jumlah asupan.

Keduanya adalah produk biji-bijian olahan

 

Mie yang biasa kita konsumsi adalah produk tepung olahan. Jika mie tidak diproduksi dari biji-bijian utuh, maka itu adalah produk dari biji-bijian olahan. Sementara itu, nasi putih memang merupakan biji-bijian olahan. Oleh karena itu, dari jenisnya kita dapat menyimpulkan bahwa beras dan mie adalah produk dari biji-bijian olahan. Konsumsi biji-bijian olahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik. Biji-bijian olahan juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.

 

Keduanya memiliki indeks glikemik yang tinggi

Indeks glikemik adalah unit pengukuran yang digunakan untuk mengukur bagaimana makanan dapat mempengaruhi kadar gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik, semakin tinggi kemampuan makanan untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik dianggap tinggi jika lebih dari 70, sedang jika sekitar 56-69, dan rendah jika di bawah 55. Beras putih memiliki nilai indeks glikemik 73, sedangkan makanan seperti mie dan pasta biasanya jatuh pada nilai sedang pada glikemik tersebut. indeks.

Kesimpulan

Cara Anda mengonsumsi makanan ini juga menentukan seberapa sehat makanan. Jika Anda mengonsumsi mie instan alih-alih nasi bersama lauknya, berharap untuk mengurangi asupan kalori, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali pilihan Anda. Satu paket mie instan bisa mencapai 400 kalori. Belum lagi tingginya kadar lemak jenuh dan natrium. Jika Anda mengonsumsi 100 gram nasi dengan porsi daging non-lemak ukuran sedang, asupan kalori mungkin tidak mencapai lebih dari 300 kalori. Tambahkan buah-buahan dan sayuran, yang cenderung rendah kalori, dan Anda mendapatkan makanan bergizi lengkap dengan jumlah kalori yang sama dalam satu paket mie instan.

Jadi, jika Anda dihadapkan dengan pilihan nasi atau mie, beberapa hal yang mungkin ingin Anda pertimbangkan adalah:

  1. Jenis karbohidrat: mie gandum utuh lebih baik dibandingkan dengan nasi putih (karena itu adalah gandum olahan secara default). Pengecualian untuk beras merah dan hitam.
  2. Metode penyajian: nasi goreng mungkin mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan mie. Sebaliknya, mie instan mungkin mengandung kalori lebih tinggi daripada hidangan nasi.

 

Baca juga Info menarik lainnya dari Program Studi Ilmu Gizi mengenai “Menu Diet Mediterania Ala Indonesia 1”

Leave a Reply