Hakikat Generasi Millenial; WEBINAR Nasional Berbasis Pendidikan IEF(Islamic Education Festival) #1

Pendidikan Agama Islam > Berita > Hakikat Generasi Millenial; WEBINAR Nasional Berbasis Pendidikan IEF(Islamic Education Festival) #1

Mantingan_ Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Darussalam Gontor kampus Putri telah melaksanakan seminar online (Webinar Nasional) 2021. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program kegiatan perdana di prodi PAI yaitu IEF (Islamic Education Festival) #1. Berlangsungnya acara bermula pada tanggal 26 Februari- 4 Maret 2021, Webinar tersebut sebagai pelengkap penutup acara IEF #1’21.

Kegiatan acara IEF (Islamic Education Festival) adalah acara nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi PAI UNIDA Gontor kampus Putri sebagai ajang kompetisi yang bergengsi, acara yang di ikuti oleh seluruh Program Studi Pendidikan Agama Islam Seluruh Indonesisa. Kategori perlombaan telah di rancang oleh panitia sebagaimana terbagi atas beberapa olah, yaitu Olah rasa, Olah raga Olah Zikir dan Olah Fikir.

WEBINAR Nasional diselenggarakan di gedung pascasarjana lantai 3, yang di hadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua Prodi PAI dan jajaran dosen PAI serta seluruh Mahasiswi Prodi PAI UNIDA Gontor kampus Putri. Seminar online yang bertemakan “Kiat Sukses Mencetak Generasi Milenial yang Berakhlak dan Berprestasi” ini disampaikan oleh pemateri yaitu Ustadz Agus Budiman, M.Pd dan Ustdzah Sri Kariyani dengan moderator Sintya Kartika (Mahasiswi semester 6) telah berjalan dengan khidmat.

Seminar Online berlangsung pada tanggal 4 Maret 2021, pukul 08.00 WIB s/d melalui via-Zoom, telah di ikuti oleh peserta online sebanyak kurang lebih 50 orang dari berbagai peserta seluruh Indonesia. Sambutan ketua program studi Agama Islam al-Ustadz Saiful Anwar, M.Pd, beliau menyampaikan “Dr. majid ahsan adailan menciptakan “Jeil solhudin” sholahuddin adalah pemimpin umat islam. Beliau tidak secara langsung menjadi pemimpin, beliau lahir dengan penuh perjuangan, juga sosok yang berpengaruh pada zaman itu, juga memikirkan umat nya. Dan menuangkan beberapa karya tulisnya yang berpengaruh bagi bangsa. Dari situ bisa kita ambil pelajaran sebagai pendidik kita harus terus belajar dan mengabdikan karya-karya kita untuk bangsa agar terus maju menghadapi transformasi perkembangan zaman, khususnya pendidikan.

Selain itu pembahasan WEBINAR pagi itu menyangkut bagaimana seorang pendidik menciptkan generasi yang Berakhlak dan Berprestasi. Penjelasan yang disampaikan oleh pemateri pertama yaitu Ustadz Agus Budiman sangat luar biasa, “Seharusnya kita tidak terlalu mengklaim bahwa kita maju dari generasi kemaren. Namun kita seharusnya berfikir bahwa kita maju pada zaman kita. Karna generasi terdahulu juga berfikir bahwa mereka lebih maju dari generasi sebelum mereka.” Ujar Ustadz Agus Budiman dalam pemaparannya.

Pada generasi milenial ini banyak sekali polemik yang terjadi. Allah sudah memperingatkan di dalam Al-Qur’an dalam Surah An-Nisa ayat:  9, Allah Berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعافاً خافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً (9)

Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. yang mereka khawatir ter-adap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S An-Nisa; 9).

Dalam ayat tersebut mengingatkan kita bahwa haruslah waspada dengan pendidikan terhadap anak bangsa, dengan menumbuhkan rasa takut akan pendidikan yang tidak sesuai dalam alam pendidikan. Dari rasa takut tersebut mulailah diri menyelami pendidikan yang kemudian di tolerkan kepada anak bangsa dengan pendidikan yang baik dan tepat pada zamannya.

Melihat ke sisi prestasi, banyak sebenarnya prestasi-prestasi yang bisa ditorehkan oleh anak-anak muda. Ada 3 pilhan untuk anak Milenial bagimana membentuk pribadinya;

  1. Generasi yang beprestasi tetapi tidak berakhlak.
  2. Generasi yang berakhlak tanpa berprestasi, dan
  3. Berprestasi juga Berakhlak.

Disisi lain kita harus memaksimalkan Metode, Media, dan Sumber. Dari metode, yang terpenting adalah dengan memberi contoh. Sebenarnya menjadi contoh adalah salah satu cara gratis bagi pendidik untuk anak didik demi terwujudnya proses pendidikan yang dituju. Media. Sebagai pendidik kita tidak seharusnya memisahkan anak dengan tekhnologi, namun bagaimana pendidik menjadikan tekhnologi sebagai sarana pendidikan yang aktual dan upgrading bagi anak. Beliau memaparkan bahwa Sosok generasi milenial ideal diantaranya, Jujur (Sidiq), Dapat Dipercaya (Amanah), Berpendidikan (Fathonah), Teguh dan Tangguh (Istiqamah) dan Percaya Diri (Tsiqah).

Kemudian pemateri kedua yang disampaikan oleh Ustadzah Sri Kariyani secara online, beliau adalah salah satu motivator pendidikan nasional yang telah berkecipung dalam dunia pendidikan ala gontory. “Masa peka belajar anak dimulai dalam kandungan sampai 1.000 hari pertama kehidupannya.” Ungkap Ustadzah dalam pemaparannya.

Dalam pendidikan ada langkah-langkah yang harus kita fahami dan ketahui, diantaranya:

  1. Memilih strategi, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup dalam zamannya bukan zamanmu” –Ali bin Abi Thalib
  2. Memberi Teladan, Menjadi seorang pendidik harus bersifat memberi contoh Uswatuh Khasanah.
  3. Memperhatikan Kondisi, Bagaimana cara melihat kondisi peserta didik dengan berbagai cara penyampaian agar mereka mudah berdabtasi dengan lingkungan sosial dan masyarakat.
  4. Memberi Nasehat, Seorang pendidik harus memiliki jiwa kepedulian kepada peserta didik, jika mereka melakukan kesalahan, maka ambilah hati (perhatian) mereka dengan memberikan nasihat-nasihat serta kata-kata motivasi pengembang semangat untuk mereka.
  5. Memberi Perhatian, sebagai pendidik perhatian itu sangat penting dalam penerapan proses pendidikan, Karen dengan perhatian inilah timbul rasa kasih sayang antara pendidik dengan peserta didik.

Kemudian berlanjut pada penghujung acara moderator memberikan Closing Statement “Sebagai pendidik harus tahu tujuan Pendidikan yang hakiki yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena kabaradaan ilmu dan amal akan membuat perubahan pada perilaku peserta didik” Sebelum berakhir acara WEBINAR Nasional ini, pengumuman bagi para pemenang lomba IEF 2021 yang di umumkan secara keseluruhan pemenang terbanyak yaitu dari Mahasiswi PAI regular. (4 Maret 2021)

 

Penulis: Naila Nadhila Ifada (Mahasiswi semester 4)

 

Leave a Reply