Menyibak Tabir Ujian Dalam Hidup (Edisi Ujian Tengah Semester Genap 2022)

Pendidikan Agama Islam > Berita > Artikel > Menyibak Tabir Ujian Dalam Hidup (Edisi Ujian Tengah Semester Genap 2022)

الامتحان يكر المرء أو يوهان

Artinya: “Dengan ujian membuat orang terhormat atau terhina”

Allah menciptakan manusia dengan sempurna, kesempurnaan yang dimiliki manusia adalah ujian bagi hidupnya. Setiap insan yang bernafas, berakal, dan bergerak, memiliki peran sebagai wayang dalam pagelaran drama hidup. Indahnya seni menikmati hidup dengan bersyukur dan bersabar adalah sebagian warna-warni proses kunci kesuksesan kebahagiaan dunia dan akhirat. Berani dalam setiap tantangan baru, menjadikan setiap ujian memiliki makna dan hikmah. Percaya akan Allah sebagai tempat kembali dari segala permasalahan.

Hari demi hari berlalu, detik, menit bahkan jam telah terlalui. Tidak dapat mengulang kembali pada arah yang sama. Jika perjuangan hanya untuk dunia tidak berlandaskan akhirat Maka, perjuangan itu hanya sia-sia. Sama halnya dengan ujian hidup, semakin kita diuji oleh Allah semakin banyak peluang bagi kita untuk nenambah ketaqwaan sebagai diri seorang hamba. Pengabdian pada Ilahi membuktikan tekad perjuangan dalam menjalani tabir ujian kehidupan. Ada kalanya seorang hamba dikaruniai akal yang sempurna, tetapi ia tidak tahu bagaimana menggunakan dengan baik dan benar. Hingga akhirnya, ia menggunakan akal untuk perbuatan yang tidak berlandaskan dengan agama hanya sekedar rasio yang mengedepankannya. Perihal tersebut membuktikan bahwasanya ujian hidup dalam menuntut ilmu bukan karena Allah, melainkan untuk dirinya sendiri.

Dalam firman Allah SWT “Dan orang-orang yang ebrjuang di jalan Kami, maka niscaya akan Kami berikan petunjuk menuju jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Al-Ankabut (29): 69).

Ujian manusia sangatlah beragam dan bermacam versinya. Ada yang diuji dengan kesabaran, ketaqwaan, kenikmatan, hingga tingkat pada spiritualitas dalam hidupnya. Betapa Maha Besar Allah merencanakan dan menata hikmah dibalik semua itu. Kehidupan memang ditakdirkan oleh sebagian manusia yang lahir di muka bumi ini. Tetapi jangan salahkan takdir jika tidak sesuai dengan ekspektasi yang di inginkan. Inspirasi hidup membuat pilihan setiap individu untuk melangkah lebih maju dan percaya diri. Bagaikan penataan rencana dalam buku yang tertulis rapi dengan setiap bait-bait impian, itulah tabir kehidupan yang nyata. Penuh ujian yang pilu, membuat manusia belajar bagaimana cara ia bersabar, tegar dan tabah dalam menyikapi setiap ujian dalam hidupnya.

Hasan al-Banna mengatakan “Al-waqtu huwa al hayat”, waktu adalah kehidupan, maka orang yang menyia-nyiakan waktunya berarti telah menyia-nyiakan kehidupannya. Betapa mahalnya waktu, waktu untuk menjalankan setiap ujian dalam hidup. Tak menghitung berapa banyak keringat yang keluar. Perjuangan dan pengorbanan pun tak mengenal akan arti nama dan juang. Pada akhirnya semua proses ujian dalam hidup pun terus berjalan.

Setiap ujian hidup yang kita rasakan adalah sebagian kenikmatan dan peleburan dosa kita. Tidak pernah tau bagaimana Allah SWT menjalankan takdir dalam kehidupan setiap insan, kadang kala ujian yang dihadapi orang lain pun berbeda dengan apa yang kita jalani. Semua butuh proses, juang serta doa yang dipanjatkan dengan khusyuk. Karena doa tanpa kerja keras hanya angan-angan, sebaliknya mengandalkan usaha tanpa doa juga sebuah kesombongan.

 

Leave a Reply