Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Pada Masa New Normal

Media pembelajaran merupakan alat atau media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kata “media” berasal dari bahasa latin yang juga merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah memiliki arti perantara atau pengantar. Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta dari perhatian siswa sedemikian terjadinya proses belajar-mengajar. Media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.

 Dan disini terdapat beberapa macam jenis media pembelajaran, yaitu :

  1. Auditori, yaitu media pembelajaran yang hanya mengandalkan pendengaran
  2. Visual, yaitu media pembelajaran yang hanya mengandalkan indra penglihatan sebagai media pembelajaranya. Media ini akan menampilkkan gambar tanpa suara.
  3. Audiovisual, yaitu media pembelajaran yang memanfaatkan kedua panca indra yaitu indra penglihatan dan media pendengaran. Contoh dari meida ini adalah film dan video

Akibat pandemic covid-19, beberapa kegiatan bahkan seluruh kegiatan yang berada diluar rumah atau bisa disebut outdoor itu dihentikan untuk sementara waktu, itu bertujuan untuk mengurangi populitas orang yang terkena covid-19. Sebenarnya bukan hanya kegiatan saja yang ditutup tetapi proses pembelajaran juga yang dinyatakan ditutup karena yang itu tadi, untuk mengurangi populitas orang yang terkena covid-19.

Maka dari itu seorang guru sebagai pendidik disekolah perlu dan harus memiliki strategi yang tepat dalam menentukan media pembelajaran yang akan diterapkan didalam kelas. Tentu ini bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi dimasa pandemi seperti ini, segala sifat pembelajaran yang bersifat tatap muka atau pembelajaran secara langsung ditunda dan harus dialihkan proses pembelajaran jarak jauh atau yang biasa disebut dengan daring. Metode pembelajaran jarak jauh ini dilakukan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki  PR dan tanggung jawab yang besar dalam menentukan media pembelajaran yang tepat agar siswanya tidak jenuh dalam belajar walaupun pembelajaran dilakukan secara daring. Dan salah satu media pembelajaran    dimasa pandemic ini adalah media sosial.

Berbagai sarana komunikasi yang diperlukan dalam pembelajaran akhirnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk tetap memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya intensitas pengguna media sosial dikalangan siswa. Hal ini dijadikan sebagai peluang untuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaan di Indonesia dimasa pandemi. Dibalik itu juga terdapat tantangan yang akan dihadapi pendidik dalam pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran adalah pendidik itu harus menyiapkan diri untuk ‘melek’ teknologi serta harus meningkatkan kemampuan dan keterampilanya secara inovatif dan secara kreatif sesuai dengan perkembangan teknologi agar dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa milenial.

Sejalan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring ini penggunaan media sosial dikalangan siswa dan mahasiswa ini meningkat. Hal tersebut disebabkan semakin tingginya aktivitas dan interaksi belajar mengajar melalui gadget. Berdasarkan hasil pengumpulan data didapatkan informasi bahwa setiap harinya siswa membuka media sosial paling sedikit adalah 4 jam dalam sehari. Media sosial paling banyak digunakan mahasiswa diantaranya adalah whatsapp, Instagram, youtube, twitter serta facebook. Media sosial tersebut sebagai alternatif yang dapat digunakan pendidik selain model pembelajaran e-learning yang selama ini telah banyak dipakai sebagai bentuk pembelajaran secara jauh.

Mahasiswa sebagai pengguna media sosial dapat berlatih untuk belajar meningkatkan keterampilan dalam berbahasa Indonesia, baik dalam berkomunikasi maupun berinteraksi. Pengguna media sosial berdampak postitif terhadap keterampilan seseorang seseorang apabila mereka mampu menggunakan media sosial untuk memahami karakteristik seseorang dilingkunganya. Melalui media sosial, aktivitas berbahasa serta komunikasi siswa juga dapat dipantau oleh pendidik. Dengan cara demikian, pemanfaatan media sosial dapat dijadikan sebagai media untuk memahami keterampilan berbahasa siswanya. Dengan bimbingan dan arahan yang baik sesuai keterampilan yang dimilikinya, siswa akan terbantu dalam mengidentifikasi serta meningkatkan keterampilan yang dimilikinya, siswa akan terbantu dalam mengidentifikasi serta meningkatkan keterampilanya dalam berbahasa melalui media sosial.

Untuk menggunakan media pembelajaran untuk mahasiswa terdapat alur pengunaan media sosial, mulai dari dosen menggugah materi serta tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa kemudian dilanjutkan oleh forum diskusi Bersama dosen serta mahasiswa lain untuk menanggapi materi yang pernah dibagikan oleh dosen melalui grup kelas yang telah dibuat sebelumnya. Dipaparkan media sosial digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan peserta didik terhadap isu dan informasi hoax. Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran juga diharapkan dapat meminimalisirkan efek negatif dari pengguna media sosial. Dan dipaparkan juga mahasiswa yang menggunakan youtube sebagai media untuk menunjukkan hasil video yang telah dibuat secara berkelompok untuk dinilai berdasarkan tema, jumlah penayangan serta like dan komen. Tema yang dipilih sesuai dengan materi yang telah disajikan.

Penelitian-penelitian tersebut memberikan kontribusi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran. Melalui media sosial, mahasiswa dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya melalui karya-karya yang dibuat berdasarkan materi-materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber inspirasi yang dapat memberikan gambaran terkait dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran.

Perkembangan iptek ini telah memberikan pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan. Tuntutan agar lulusan perguruan tinggi harus terampil, kreatif dan mandiri serta siap menghadapi dunia kerja menjadi salah satu perhatian besar, tidak terkecuali dimasa pandemi. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, kemendikbud telah memberikan kebijakan bahwa proses pembelajaran harus dilakukan dirumah, yakni melalui pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pelaksanaannya, Pendidikan jarak jauh dibebaskan untuk menggunakan berbagai sumber belajar dan media pembelajaran. Aktivitas pembelajaran kemudian banyak dilakukan dengan pembelajaran daring yang memanfaatkan menggunakan berbagai aplikasi, platform atau media sosial, misalnya whatsapp group, zoom cloud meeting, google classroom, google form, email. Hal tersebut dilakukan sebagai partisipasi untuk ikut aktif mencegah penyebaran covid-19.

Untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran, ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan, terdapat 5 aspek yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan media, yaitu :

  1. karakteristik siswa
  2. tujuan belajar
  3. sifat bahan ajar
  4. pengadaan media
  5. sifat pemanfaatan media.

Oleh sebab itu, untuk dapat merencanakan pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran, penelitian ini memaparkan 3 tahap yang perlu dipersiapkan pendidik sebagai bahan pertimbangan. Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi yang telah saya bahas sebelumnya. Aplikasi tadi itu sangatlah cocok bagi daring pemula karena pengoprasianya sangatlah simple dan sangatlah mudah untuk diakses sama siswa. Sedangkan bagi pengajar online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa meningkatkan kemampuanya dengan menggunakan berbagai aplikasipembelajaran daring.

Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru mahasiswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dengan pertimbangan sesuai kebutuhan antara guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi dan metode yang akan diajarkan kepada muridnya. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi muridnya supaya tetap semangat dalam belajar secara online. (Alidzky Muhammad Fata Ghassani/PBA)

Leave a Reply