PENDIDIKAN KEMANDIRIAN DAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SYARIAH DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Pendidikan Agama Islam > Berita > Artikel > PENDIDIKAN KEMANDIRIAN DAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SYARIAH DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Indonesia memiliki sebuah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju dalam proses pertumbuhannya. Sayangnya, kebanyakkan dari jumlah penduduk Indonesia tidak mencukupi suatu kebutuhan sehingga mereka merasakan tidak adanya suatu kesejahteraan pada dalam diri mereka. Dewasa ini, walaupun begitu Indonesia melakukan segala aspek dan upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut, seperti adanya suatu ilmu dasar yaitu pendidikan yang disetiap orang memiliki serta dapat mengembangkannya.

Pendidikan adalah suatu usaha yang direncanakan pada pembimbingan serta pembelajaran untuk individu dalam proses pertumbuhan serta munculnya kemnadirian, rasa tanggung jawab, memiliki kreatifitas, memiliki ilmu pengetahuan, sehat jasmani serta rohani dan berakhlak mulia. Pendidikan Nasional mempunyai visi dan misi yang sangat tidak mudah untuk melahirkan manusia paripurna yang mempunyai nilai-nilai karakteristik, keimanaan serta ketaqwaan. Oleh karna itu, pendidikan suatu pilihan dalam melakukan perubahan untuk memiliki kemampuan dalam memperbaiki karakter bangsa serta dapat mengatasi permasalahan kesejahteraan di masyarakat.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia tidak akan mampu menyelesaikannya atau memperolehnya tanpa bantuan orang lain. Allah sendiri telah menjamin kesejahteraan bagi hambaNya dan makhluk yang bernyawa sebagaimana yang terdapat QS. Hud ayat 6 “Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lahh yang memberi rezkinya” tetapi jaminan itu tidak diberikan dengan tanpa usaha seperti QS. Ar-Ra’d ayat 11 “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Ibnu Khaldun, Abdurrahman. 1994. Muqaddimah Ibnu Khaldun, Beirut: Muassasah Al Kutub Ats Tsaqafiyah.

Indonesia memiliki banyak kendala dalam meningkatkan ekonomi, kebanyakkan jumlah penduduk diIndonesia masih belum mempunyai suatu pekerjaan yang membuat kesejahteraan masyarakat tersebut, maka dengan kebijakkan pemerintah yaitu dengan memberikan pendidikan nasional. Walaupun pendidikan nasional tak mudah kita harus mengoptimalkan karena dengan pendidikan kita bisa membuka suatu wawasan, akan muncul suatu ide-ide yang cermelang seperti wirausaha. Dengan wirausaha ini sangat berdampak positif dalam membuka lapangan pekerjaan.

Pondok pesantren suatu lembaga pendidikan yang jarang dilihat dibanyak kalang Indonesia, mereka berpikir bahwa pondok pesantren hanyalah tempat menuntut ilmu tapi itu salah. Orang yang tidak pernah merasakan pesantren tidak akan merasakan suatu didikan tersebut. Karna pesantren suatu metode dan strategi dalam membentuk segala aspek.

Baca Tulisan Menarik Lainnya: “Sumber Hukum dan Dalil Hukum Dalam Islam”

Pesantren suatu lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dimasyarakat dengan santri-santrinya mendapatkan sistem asrama untuk tinggal, mendapat pendidikan agama melalui pengajian dan madrasah oleh beberapa kyai sebagai pengajar atau pembimbing yang dimiliki kepemimpinan yang kharismatik dan independent.

Pengembangan karakter dan keterampilan ekonomi, berjiwa sosial dan berkerja sama dengan memiliki kegiatan kewirausahaan seperti budi daya perikanan lele, unit usaha sendiri (Mini Market), Annisa bakery, Annisa Noodle, Pudot (puding sedot), Annisa fotocopy sebagai induk usaha untuk kesejahteraan bersama. Sehingga para santri lulusan pesantren dapat menjadi generasi penerus yang memiliki karakter bermoral, berwirausaha dan mandiri serta mampu menciptakan lapangan usaha dimasyarakat.

Tumbuhnya suatu unit-unit usaha pondok dikalang santri merupakan salah satu bentuk perwujudan dari konsep saling menolong, persaudaraan/ ukhwah, menuntut ilmu dan berbagai aspek ajaran Islam lainnya. Konsep ini berjalan dengan suatu hukum yang jelas dan adil atau syari’ah yang relavan dengan tujuan unit-unit usaha didirikan, dikelola dengan sah dengan ketentuan peraturan bersama dan sejahtera untuk anggota secara bersama.

 

Penulis: Abqorina (mahasiswi semester 6)

Sumber:

Marzuki, Pendidikan Karakter Islam. Jurnal Pendidikan Kemandirian Berbasis Kewirausahaan :Tadbir Muwahhid 1(2): 143-153.

Susan, E. Manajemen sumber daya manusia. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), hal. 952-962.

Daradjat. Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam.

Wee-Ling Tan, Williams, John., dan Tan, T.-M. ‘Defining the “Sosial” in “Sosial Entrepreneurship”: Altruism and Entrepreneurship’. International Entrepreneurship and Management Journal 1.

Nailariza Umami, M. P. Implimentasi Metode Pembelajaran Karakter Melalui Kewirausahaan Sosial (SOCIOPRENEURSHIP). Jurnal Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI. Vol, 2-2019. Hal 6.

Ibnu Khaldun, Abdurrahman. Muqaddimah Ibnu Khaldun.

Chapra, Umer. Masa Depan Ilmu ekonomi (Sebuah Tinjauan Islam).

Leave a Reply