Penutupan Ujian Akhir Semester: Sebuah Momentum Berprestasi

Pendidikan Agama Islam > Berita > Penutupan Ujian Akhir Semester: Sebuah Momentum Berprestasi

Siman_19 Maret 2022, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah melaksanakan agenda penutupan Ujian Akhir Semester (UAS) semester genap yang bertempat di Hall Lt. 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor.  Pada kesempatan ini, Bapak Rektor,  Prof. Dr. K. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. turut serta memberikan tausiyah dalam acara ceremonial ini.

Dalam kesempatan ini, turut hadir juga segenap jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika UNIDA Gontor. Di momen ini, Prof. Hamid menegaskan bahwa, “ Ilmu itu bersifat sakral, kemudian dengan ceremonial inilah kita menghormati kesakralan ilmu tersebut.”

Di samping menjadi ajang untuk berefleksi selepas ujian, ceremonial ini juga menjadi momen membahagiakan bagi segenap civitas akademika, terkhusus keluarga besar Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor. Bagaimana tidak, tradisi pembacaan nominasi mahasiswa berprestasi tahun 2022 diiraih oleh mahasiswa Kampus Siman UNIDA Gontor.

“Setelah sebelum-sebelumnya gelar itu diraih oleh mahasiswi kampus reguler, akhirnya pada tahun ini impian gelar mahasiswa terbaik dapat terwujud dan digenggam oleh mahasiswa kampus Siman,” gurau Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, Lc., MA.

Adapun nama-nama mahasiswa berprestasi tersebut adalah:

  1. Muhamad Fajar(PAI 6)
  2. Fahrurroji (PAI 6)
  3. Achmad Faqih Hidayatullah (PAI 6)
  4. Arifandy Aldhini (PBA 4)

Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh akan suasana kekeluargaan. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan bisa menjadi refleksi bagi segenap civitas akademika UNIDA Gontor, tekhusus Fakultas Tarbiyah agar bisa menggoreskan prestasi lebih baik lagi.

Di akhir, sudah selayaknya kita kembali mengingat akan pesan yang pernah disampaikan oleh (alm) Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie semasa hidupnya. Beliau mengatakan bahwa sepanjang hidupnya dia tidak pernah berhenti bekerja, karena memegang mentalitas “naik sepeda”.

“Saya tidak pernah tidak bekerja, kalau saya berhenti bekerja saya mati,” tutur beliau. Ibarat sepeda kalau terus kita kayuh pasti akan tetap berjalan menuju tujuan dan kalau kita berhenti mengayuh, maka kita akan jatuh. Itulah mentalitas dari seorang B.J. Habibie.

Oleh    : Krisna Wijaya[1]

Editor  : al-Ustadzah Halida Umami, M.Pd.

[1] Mahaiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam sem. 4

Leave a Reply