Perbedaan Laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam: Kajian Pra Nikah #3 Bersama Ustadz Dr. Cecep Shobar Rohmat, M.Pd

Pendidikan Agama Islam > Berita > Artikel > Perbedaan Laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam: Kajian Pra Nikah #3 Bersama Ustadz Dr. Cecep Shobar Rohmat, M.Pd

Mantingan_ 15/08/21, Kajian rutin Prodi Pendidikan Agama Islam bersama Ustdz Cecep Shobar Rohmat, setelah shalat magrib dilaksanakan seperti biasanya di ruangan terbuka gedung Granada. Kajian yang dihadiri oleh semester 7 dari minggu ke minggu semakin bertambah. Alhamdulillah, kajian pra nikah untuk semester 7 banyak diminati oleh prodi lainnya. Pertumbuhan umur 20 thn keatas merupakan fase menuju kedewasaan.

Melanjutkan kajian pra nikah part ke 3, beliau menjelaskan bagaimana perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Ibarat laki-laki adalah karet gelang yaitu jika ia memiliki waktu yang kosong maka ia akan menghabiskan waktu tersebut dengan menyalurkan hobinya. Lalu perempuan ibarat gelombang laut yaitu perempuan hakikat nya ingin bersama-sama, ingin dimengerti dan disayangi. Maka, perempuan dan laki-laki harus saling memahami hobi dan kebiasaan setiap individualnya.

Otak merupakan permata dari mahkota tubuh, maka otak berada pada atas yaitu didalam bagian kepala. Dalam stuktur biologis, otak laki-laki berbeda dengan otak perempuan. Pada corpus callosum dan area broca-wernicke lebih banyak persamaan dari pada perbedaan. Perbedaan corpus callosum dan area broca-wernicke membawa frekuensi fungsi otak laki-laki dalam berfikir. Corpus callosum perempuan lebih tebal daripada laki-laki. Konsekuensinya, perempuan dapat mengerjakan lebih banyak hal secara bersamaan daripada laki-laki. area broca-wernicke pada perempuan lebih luas daripada laki-laki. Hal ini berimplikasi pada penguasaan bahasa dan pemahaman artikulasi kata lebih baik daripada laki-laki.

Maka, survey menyatakan bahwa setiap hari 24 jam laki-laki hanya memiliki cadangan kata sebanyak 12.000 kata, sedangkan perempuan memiliki lebih dari 25.000 kata. Oleh karena itu, “label” atau banyak bicara (Cerewet) disandang perempuan daripada laki-laki. Begitu pula ukuran memori (hippocampus) pada orak perempuan lebih besar daripada otak laki-laki.

Otak kanan lebih kepada perkembangan dan kekreativitasan maka, harus dikembangkan dengan baik. Seorang laki-laki akan banyak menghadapi masalahnya dengan cara diam (berfikir mencari solusi) dan perempuan lebih banyak kepada sharing (curhat) dan butuh pendengar setia tanpa harus diberi solusi. Maka, laki-laki lebih banyak berfikir bagaimana ia membangun keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warahmah. Karena sebagai seorang laki-laki harus mampu menafkahi keluarganya dan ia akan merasa seperti superhero bagi keluarganya. Ia tidak mau di anggap lemah dan malas, karena jati seorang laki-laki adalah tanggung jawab.

Dalam surat An-Nisa’ menjelaskan bahwa “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena itu Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan  karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”

Konsentrasi pada laki-laki paling lama 20 menit, jika ia ada masalah maka ia dapat kosentrasi pada satu masalah saja, berbeda dengan perempuan yang dapat fokus dalam berbagai masalah. Dalam ilmu psikologi kontak mata (pandangan) antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Diantaranya, laki-laki jika berbicara tidak dapat berlama-lama kontak mata pada sesuatu apapun. Jika perempuan lebih pada kontak mata yang fokus jika ia ingin berbicara dengan seseorang. Perempuan beranggapan arti daripada kontak mata tersebut mampu melihat keseriusan, kejujuran, sifat karakter pada seseorang yang berinteraksi kepadanya.

An-Nur ayat 30-31 menjelaskan bagaimana cara menjaga pandangan bagi laki-laki dan perempuan, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat’. Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra lelaki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

 

Leave a Reply