Studi Pengayaan Lapangan (SPL); kunjungan ke pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung

Bandung – Mahasiswa PAI Unida Gontor mengunjungi ke tempat yang ketiga, yaitu; Pondok Pesantren Al-Basyariah yang bertempat di Bandung. Ponpes ini mempunyai empat cabang, yang mana cabang ini bertempat di satu kabupaten dan kota Bandung.

Tujuan kami ke Pesantren ini untuk mengerahui bagaimana sejarah dan perjuangan sampai membangun pondok ini. Al-Basyariyah didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan yang pada zamannya merupakan tempat ulama ‘sohor’ di daerah Bandung Selatan, yaitu Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud.

Pondok yang didirikan dari nol, kini telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar santri yang asalnya hanyalah gubuk sederhana, kini berubah menjadi puluhan lokal asrama santri untuk kapasitas 2000 orang. Dengan izin Allah, dalam perjalanan perjuangannya pondok pesantren ini telah meluluskan para alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Pondok ini telah mempunyai beberapa cabang, yaitu, Kampus 1 di Cibaduyut, Kota Bandung, Kampus 2 di Cigondewah Hilir, Margaasih, Kab. Bandung, Kampus 3 di Arjasari, Kab. Bandung, Kampus 4 di Cikungkurak, Caringin, Kota Bandung. Al-Basyariyah sebagai lembaga pendidikan formal telah diakui oleh Negara sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, yang telah menetapkan sistem pendidikan mu’adalah pada pondok dengan madrasah Tsanawiyah/sederajat dan madrasah Aliyah/sederajat.(MRF/18)

Leave a Reply