WEBINAR PENDIDIKAN; Menghadapi Pandemi Covid-19 dengan perspektif Psikologi

Pendidikan Agama Islam > Berita > WEBINAR PENDIDIKAN; Menghadapi Pandemi Covid-19 dengan perspektif Psikologi

Mantingan_ Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Darussalam Gontor kampus putri telah melaksanakan pembukaan acara tahunan yaitu EYOFEST (Education Youth Festival) 2020.

Pada pembukaan ini Mahasiswi PAI telah menyusun rentetan acara dari bulan yang lalu. Acara yang di ketuai oleh Zulfa Nisa, Addaratul dan Alfia Rasyid dimulai dengan pembukaan WEBINAR Nasional bersama Kak Analisa dan Ustadz Alwi Yusron dengan Tema Perubahan Strategi Pendidikan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Perspektif Psikologi Pendidikan”.

WEBINAR Nasional berlangsung dengan baik dan lancar di Aula Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor putri lantai 3 pada hari Rabu, 16 September 2020, pukul 14.40 WIB s/d melalui via-Zoom.

Dalam pelaksanaan seminar tersebut jumlah Peserta seminar WEBINAR sebanyak 496 peserta. Peserta yang di ikuti oleh Mahasiswi UNIDA dengan berbagai prodi yang berbeda dan Peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini terlihat antusias dengan pembahasan yang di bawakan oleh 2 pembicara dan 1 Moderator yaitu Zahra Hasana Salsabila, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 7.

Selain itu pembahasan WEBINAR siang itu menyangkut bagaimana menghadapi Pandemi Covid-19 yang cukup marak dan sampai saat ini belum diketahui cara penanganannya. Kemudian menyangkut dengan pendidikan yang masih darling membuat resah para pelajar dengan sistem belajar yang online dan tidak bisa bertemu langsung dengan teman kerabat dan guru-guru.

“Menjadi manusia harus bisa merasakan diri berada diluar zona nyaman agar dapat menjadikan diri kita menjadi orang yang lebih baik. Kita belajar di masa pandemic jangan pernah merasa semua ini adalah hal yang membosankan dan menjadikan kita manusia yang suka menyalahkan orang lain.” Ungkap kak Analisa dalam pembahasannya.

Ilmu yang kita dapat ketika pandemic adalah bagaimana kita menyadari emosi diri sendiri agar bisa menerima dam menjalankan segala sesuatu yang telah Allah tuliskan. Manjadi manusia hanya ada 2 pilihan pertama: berlarut pada penyesalan. Kedua: menjadi manusia yang bangkit dari penyesalan dan menggapai kesuksesan dengan pandangan mata tajam kedepan.

“Seorang doctor melakukan survey bahwa 77 persen siswa mengalami kesulitan dalam belajar dimasa pandemic ini. Kemudian hasil survey kementrian perlindungan anak bahwa pendidikan yang dilakukan peserta didik secara jarak jauh yaitu tidak optimal.” Ujar Ustadz Alwi sebagai pembicara kedua.

Ustdz Alwi (pemateri) sedang memaparkan materi, bersama Zahra Hasana Salsabila (moderator)

Oleh karena itu, di masa pandemic ini banyak sekali pengalaman yang dapat kita pelajari sebagai acuan kedepannya dan mencapai kesuksesan sebuah pendidikan yang luar biasa.

“lifetime-learner is to be fine to accept any kinds of feedback and to learn any kinds of a lot of things” From Zahra Hasana Salsabila.

Semoga keadaan ini dapat kembali seperti sedia kalanya dan dapat melakukan aktifitas seperti biasa, sehingga pendidikan yang bersistem darling dapat berjalan dengan sistem biasa. Semangat dan pantang menyerah untuk Generasi Muda, Salam Pendidikan.

-admin-

 

Leave a Reply